The Power of Silaturahmi

The Power of Silaturahmi

Sudah hampir dua tahun ini saya mempunyai hoby baru. Membuat mesin uang setiap 6 bulan. Maksudnya bukan mesin yang mampu mencetak uang secara fisik seperti milik Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI). Melainkan membuka usaha yang memberikan tambahan pendapatan. Semuanya nyaris saya lakukan tanpa modal (sendiri).

Tahun 2009 saya mulai dengan satu unit mobil “tua” tahun 2004(?) sekarang berkembang menjadi 4 mobil tahun 2009, 2010 dan 2011. Selain itu ada 4 unit motor tahun 2011 yang juga saya sewakan. Kecuali satu unit motor yang hilang (saat saya pakai sendiri) semua kendaraan terus bekerja menjadi mesin uang bagi keluarga.

Semester kedua tahun 2011 saya ingin melakukan hal yang berbeda. Membuka usaha baru sekaligus menguji kekuatan dari silaturahmi. Sungguh luar biasa hanya dengan mendatangi orang yang kita kenal baik saudara, teman, temannya saudara, temannya teman, saya mendapatkan banyak sekali gambaran usaha yang bisa dipilih. Padahal itu saya lakukan bukan di Jakarta dimana selama 39 tahun ini saya tinggal tapi di kota Malang.

Akhirnya saya memutuskan memilih satu diantaranya yaitu usaha penjualan dan jasa berbasis alumunium, kaca, baja ringan dan Gypsum. Insya Allah pertengahan November 2011 ini toko saya sudah mulai beroperasi. Produksi awalnya adalah etalase toko, rak piring, rak jemuran, dan pigura. Berikutnya adalah memenuhi permintaan akan jendela, pintu, kusen, canopy, pagar dll.

Namun yang ingin saya sharingkan kali ini adalah bahwa usaha baru ini (saya yakin dapat jadi mesin uang baru) dapat terwujud tanpa saya mengeluarkan modal besar. Dan semuanya berkat silaturahmi.

Berkat silaturahmi, Toko yang saya pakai diberikan pemiliknya dengan masa sewa hanya satu tahun (disekitarnya 2 – 5 tahun). Penghitungan sewa, tidak dihitung sejak saya membayar tanda jadi tetapi dimulai setelah saya selesai mendisain layout, menyiapkan stok toko, alat marketing dan SDM. Pendeknya, ketika saya siap membuka toko dan melayani pembeli pertama saya, saat itulah sewa toko baru dimulai.

Stock barang diisi lebih dahulu dan baru saya bayar dalam tempo sebulan. Tenaga kerja ?. Seorang kerabat yang memiliki usaha yang sama mempersilahkan saya memilih salah satu tenaga ahlinya tanpa transfer. Saya tinggal fokus pada marketing. Eh tapi tunggu dulu, begitu beberapa orang yang saya temui untuk silaturahmi tahu saya akan membuka usaha ini, mereka menawarkan diri menjadi sales dengan sistem komisi. Tentu saja saya senang bukan main. Pucuk di cinta ulam tiba.

Belum cukup itu keberuntungan saya. Tiba-tiba saja ada yang menelepon dan menawarkan pinjaman tanpa agunan (KTA). Padahal saya bukan karyawan dan bukan pengusaha yang punya usaha berbadan hukum. Ya sudah saya ambil saja untuk memperkuat permodalan usaha. Begitulah keajaiban dari silaturahmi.

Ampera Raya, 22 Oktober 2011

“Bersilaturahmi dengan hati terbuka tanpa pamrih ternyata dapat membuka kesempatan yang tak terbatas dalam hidup kita termasuk untuk membuka usaha”.

Tentang panduanjadipengusaha

Sejak lulus dari Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia (Sekarang FIB UI) tahun 1991 penulis memilih NGO sebagai arena pengabdian dan pengembangan diri. Melakukan kerja pemberdayaan rakyat (community development), advokasi kebijakan, asistensi pengembangan organisasi NGO yang demokratis. kuat dan sehat, pengembangan fundraising NGO, hingga memastikan gender mainstreaming dalam organisasi dan program NGO. sejumlah NGO mulai dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB, Bali, Maluku hingga Papua pernah merasakan sentuhan hangatnya, sehingga sejumlah diantaranya berkembang menjadi NGO yang dihormati masyarakat dan disegani pemerintah lokal. Sejak tahun 2010 ia memilih untuk memulai jalan baru. Membuka usaha dan bermimpi suatu saat dapat memberikan pendanaan bagi para aktivis dan NGO yang peduli pada kaum papa yang masih terus dimarjinalkan.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s