Saat mengembangkan usaha baru di Malang November 2011 lalu, saya mendapatkan pengalaman spritual baru. Kepada dua mitra yang hanya lulusan SD dan saya percaya menjalankan usaha itu (saya tidak menyebut mereka karyawan) saya tanyakan lebih dulu dua hal.
Pertama, hal paling menyakitkan yang pernah mereka alami dalam hidup mereka.
Kedua, hal paling membahagiakan yang dapat mereka lakukan dimasa depan.
Jawaban mereka atas pertanyaan pertama, sungguh, membuat saya seolah merasakan derita hati dan tekad kuat untuk tak lagi terjadi pada mereka.
Sementara, mendengarkan cerita mereka terkait pertanyaan kedua saya jadi tersentuh. Karena ternyata mereka begitu mulia. Bagaimana tidak, kebahagiaan mereka ternyata baru dapat mereka rasakan, manakala mereka bisa membahagiakan orang lain. Ada yang ingin membebaskan kedua orangtuanya dari pekerjaan berat sebagai buruh tani, dan ada yang ingin memberangkatkan haji kedua orang tuanya.
Maka saya katakan pada mereka,”impian kalian tidak mustahil untuk dicapai. Lama tidaknya impian itu tercapai tidak tergantung pada orang lain. Sepenuhnya tergantung kita sendiri. Keyakinan diri, keteguhan hati, kreatifitas, ketekunan, dan kesopanan. Tuhan pasti bersama kita. Sekarang ada toko ini. Toko kita bersama. Saya sudah menyiapkan toko di jalan yg strategis, alat kerja, media promosi, stok barang dan strategi bisnis. Tinggal bagaima kalian berkerja sebaik-baiknya, hasilnya kita nikmati bersama”. Toko saya serahkan penuh kepada mereka dan hanya sesekali saya kunjungi dan periksa laporan penjualan sederhana yang mereka buat.
Yang terjadi sungguh diluar dugaan saya. Mereka begitu rajin mengelola toko, membukanya lebih pagi dan menutup lebih akhir dibanding toko yang lain. Tidak hanya itu, Mereka bahkan berkeras tetap membuka toko di hari minggu dan libur tahun baru. Pengalaman ini mengajarkan saya setidaknya dua hal.
Meneguhkan keyakinan bahwa;
Pertama, memimpin adalah membantu menemukan motivasi mitra, membantu mereka menukan jalan, dan mejadikan diri kita teman bagi mitra.
Kedua, KEPENTINGAN KITA JUSTRU TERPENUHI DENGAN SENDIRINYA SAAT KITA MENDAHULUKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN.
Itulah hubungan sebab akibatnya. Hukum alamnya (SunatullahNYA).
Walahualambissawab.
Oleh: Masyani
Wirausaha, Trainer, dan Konsultan Kewirausahaan Sosial
Ampera Raya, Jakarta Selatan, dini hari,20 Januari 2012
ahmadyanijakarta@gmail.com